Colliers: TOD Bisa Menarik Investor dan Mengurangi Permasalahan Transportasi

- Sabtu, 4 Februari 2023 | 16:52 WIB
Ilustrasi konsep hunian berbasis TOD. (MAPID)
Ilustrasi konsep hunian berbasis TOD. (MAPID)

JAKARTADAILY.ID - Perusahaan jasa profesional dan manajemen investasi Colliers baru-baru ini menerbitkan Market Insights: Peluang Investasi Transit Oriented Development (TOD) di DKI Jakarta. Dalam catatannya, Colliers menunjukan apa saja sentimen yang dapat mempengaruhi perumahan TOD, serta prospek investasi TOD di DKI Jakarta.

Colliers Indonesia Head of Advisory Services, Monica Koesnovagril mengatakan bahwa konsep Transit Oriented Development (TOD) telah diwujudkan oleh beberapa area urban di Indonesia, termasuk DKI Jakarta.

Baca: Jokowi Girang, LRT Rampung Karena INKA

"Ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi permasalahan transportasi yang kerap dihadapi akibat dari penggunaan kendaraan pribadi yang sangat tinggi. Untuk mengurangi hal tersebut, TOD menyediakan fasilitas perumahan, komersial, dan hiburan yang berdekatan dengan pusat transportasi, dengan harapan meningkatnya penggunaan transportasi umum," terang Monica dalam siaran resmi yang diterima Jakarta Daily, Sabtu, 4 Februari 2023.

Sentimen yang Dapat Mempengaruhi Investasi Perumahan TOD di DKI Jakarta
Penjualan perumahan tumbuh dengan stabil, ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap rumah terus mengalami pertumbuhan. Untuk dapat menarik minat investor terhadap TOD, beberapa isu dibawah ini perlu untuk dijadikan sebagai sebuah bahan pertimbangan:
• Kemudahan terhadap perizinan dan pendampingan
• Peningkatan intensitas nilai bangunan atau nilai tanah
• Insentif berupa pengurangan nilai kewajiban daerah
• Kewajiban atau insentif bagi pengembang untuk mengembangkan perumahan bagi berbagai segmen pasar, tidak hanya bagi segmen pasar tertentu

Baca: Ruang Perkantoran Banyak Kosong, Ketua Asosiasi Kantor: Tren 2023 dan Masa Depan di Virtual Office

Daya Tarik dari Konsep High-Rise Residential
Perjalanan ke tempat kerja yang cukup memakan waktu membuat perumahan di pusat kota menjadi lebih menarik terutama bagi para pekerja muda (baik yang telah berkeluarga ataupun belum). Hanya saja tantangan yang mereka hadapi adalah tingginya harga rumah di pusat kota, yang disebabkan karena tingginya harga tanah. High-rise residential yang dekat dengan pusat transportasi massal (MRT, LRT, KRL, Commuter Line, kereta cepat) dapat menjadi sebuah solusi. Pembangunan properti berbasis konsep TOD dapat menjadi sebuah jawaban terhadap rendahnya permintaan unit apartemen saat ini.

Bedasarkan observasi yang dilakukan oleh Colliers, pekerja muda terutama bagi yang berada pada kisaran umur 30-35 tahun pada umumnya mencari rumah atau unit perumahan dengan harga berkisar antara Rp800 juta hingga Rp1,5 miliar.

Prospek Investasi TOD
TOD adalah sebuah pembangunan mixed-use yang terdiri dari perkantoran, perumahan atau apartemen, ritel, hotel, dan sebagainya. Tapi mempertimbangkan performa pasar properti saat ini, potensi terhadap permintaan, umumnya datang dari komponen perumahan yang difasilitasi oleh komponen ritel. Selain itu, perusahaan swasta dapat terlibat di proyek TOD dengan memanfaatkan aset milik pemerintah atau pemerintah daerah.
***

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X