Penjualan Listrik PLN Naik, ASPEBINDO Sebut Sinyal Positif Kebangkitan Ekonomi Nasional

- Rabu, 25 Januari 2023 | 22:28 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik. (Dok.ASPEBINDO/Indonesia.JakartaDaily.id)
Ilustrasi pembangkit listrik. (Dok.ASPEBINDO/Indonesia.JakartaDaily.id)

JAKARTADAILY.ID - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengumumkan kenaikan signifikan penjualan di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penjualan kumulatif PLN hingga November 2022 mencapai 250,4 Terawatt Hour (TWh) dimana secara tahunan (YoY) tumbuh 6,61 persen. Kinerja yang sangat baik ini menurut Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) perlu diapresiasi.

Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menyebut PLN telah ikut serta menggenjot perekonomian Indonesia yang mulai pulih dari Covid-19, naiknya penjualan listrik adalah salah satu indikatornya.

“Penjualan listrik yang naik menjadi sinyal positif kebangkitan ekonomi kita, dan ini tentu tidak lepas dari upaya PLN yang pada waktu Covid-19 menyalurkan stimulus stimulus yang membantu industri untuk tetap bertahan,” ucap Anggawira di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2023.

Baca: Mau Bayar Listrik dari Rumah? Ini Cara Gunakan PLN Mobile

Sebelumnya, PLN telah menyalurkan stimulus sebesar Rp24,23 triliun untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Stimulus ini disebut Anggawira penting bagi bisnis dan industri kecil untuk bertahan.

“Perlambatan ekonomi yang menghantam pebisnis kecil sangat terbantu dengan adanya stimulus dari PLN sehingga mereka bisa bertahan, jadi saat ekonomi kembali normal seperti sekarang pebisnis kecil bisa meningkatkan produksinya dan konsumsi listrik meningkat” tegas Anggawira.

Anggawira juga menyebut saat ini tantangan PLN untuk masa selanjutnya adalah mengenai kualitas rasio elektrifikasi. Ia menyebut meski rasio elektrifikasi sudah tinggi PLN perlu terus menjamin pasokan listrik yang berkualitas dan andal agar dapat meningkatkan ekonomi desa dan daerah.

Baca: Alhamdulillah, Seluruh Bangka Belitung Sudah Tersentuh Listrik PLN, Terakhir Pulau Rengit

“Rasio elektrifikasi kita memang sudah tinggi angka ini perlu ditingkatkan terutama kualitasnya, agar listrik ini bisa diandalkan untuk kegiatan ekonomi dan industri, rencana untuk mengurangi penggunaan batubara juga perlu kita tindak lanjuti untuk mencari energi primer yang akan menjadi menggantikan batubara terutama kesanggupan sumber energi baru dan terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik kita yang akan terus naik,” kata Anggawira.

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X