Peringatan Hari Guru 2022, Trakindo Ajak Masyarakat Dukung Kemajuan Pendidikan Guru

- Jumat, 25 November 2022 | 04:13 WIB
Trakindo ajak masyarakat dukung kemajuan pendidikan guru. (Trakindo)
Trakindo ajak masyarakat dukung kemajuan pendidikan guru. (Trakindo)

JAKARTADAILY.ID - Peran guru bagi masyarakat Indonesia sangat krusial dan determinan. Sejak masa perjuangan, guru menjadi penggerak penting perubahan sosial masyarakat Indonesia. Menyadari hal tersebut, dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-77 pada 25 November yang akan datang, PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Cat® di Indonesia mengajak masyarakat Indonesia bersama dukung kesiapan guru menghadapi berbagai tantangan, dalam menjalankan tugas mulia demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sejak 2010, Trakindo mengadakan berbagai program pendidikan di tingkat SD, berupa pendampingan sekolah seperti tata kelola, dan pengembangan kapasitas guru. Kemudian sejak 2021, Gerakan Transformasi Edukasi (Generasi) Trakindo pun hadir sebagai program yang dirancang lebih komprehensif dengan tujuan melahirkan peserta didik yang mumpuni sekaligus mengembangkan kapasitas guru agar mampu menjalankan peran di tengah tantangan dan disrupsi di masa kini.

Yulia Yasmina, Chief Administration Officer Trakindo, menyatakan perjuangan guru Indonesia selama ini telah mendorong perubahan sosial di segala zaman. Guru memiliki peran krusial menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Dalam menghadapi berbagai tantangan, para guru dan tenaga pengajar terus berusaha menemukan cara baru untuk meningkatkan kapasitas belajar para siswa.

"Trakindo senantiasa mengapresiasi perjuangan guru dan berupaya untuk terus mendukung dengan merancang banyak program yang ditujukan menunjang kebutuhan para guru dalam proses belajar-mengajar,” ucap Yulia, Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Baca: Guru Honorer Diundang Tes Jadi Pegawai Pemerintah, Ada 4 Golongan Yang Boleh Ikut Seleksi

Bidang pendidikan menjadi salah satu bidang paling terdisrupsi di tengah transformasi dan transisi akibat perkembangan teknologi, lalu terdampak pula oleh pandemi. Beberapa kendala yang ditemui antara lain adalah kurang maksimalnya guru dalam memanfaatkan penggunaan teknologi, lalu dalam ekosistem pendukung proses belajar, siswa tidak memiliki akses ke pembelajaran daring, sulitnya orang tua membagi waktu dalam bekerja dan mendampingi anaknya, hingga faktor kesehatan.

Dampak paling besar yang dirasakan langsung oleh para guru akibat disrupsi ini adalah antusiasme dan keaktifan siswa berkurang. Untuk menghadapi situasi mendesak ini, diperlukan penyesuaian model, praktik, proses belajar mengajar, dan sistem operasi institusi-institusi pendidikan agar anak didik memiliki bekal memadai.

Di sinilah guru memiliki peran dalam merumuskan bentuk dan metode pembelajaran yang sesuai agar siswa yang menerimanya mampu menyerap dengan optimal. Penyesuaian ini menjadi salah satu tantangan utama dalam proses belajar mengajar saat ini.

Aktivitas belajar-mengajar selama pandemi Covid-19 perlu menjadi perhatian, terutama segi adaptasi teknologi. Riset lembaga Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kepada sekitar 300 orang tua siswa SD dari 18 kabupaten dan kota yang berbeda, menemukan sebanyak 47 persen anak mereka tidak mendapatkan tugas dari guru, dibandingkan dengan anak yang memiliki akses internet untuk mengakses pembelajaran daring. 47 persen subjek tersebut adalah orang tua yang mayoritas bekerja sebagai petani dan berpendidikan SD. Maka dari itu, diperlukan banyak pelatihan tambahan bagi guru terkait variasi model penugasan atau pembelajaran berbasis teknologi, agar semua siswa berkesempatan memiliki akses pendidikan dan pengalaman belajar yang sama.

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gubernur Ridwan Kamil Serahkan 614 Beasiswa Pendidikan

Selasa, 25 Oktober 2022 | 13:58 WIB
X