Mulai 18 Januari 2023, Lion Air Kembali Melayani Penerbangan Umrah dari Riau

- Kamis, 24 November 2022 | 15:27 WIB
Ilustrasi penerbangan umrah dengan maskapai Lion Air. (Lion Air)
Ilustrasi penerbangan umrah dengan maskapai Lion Air. (Lion Air)

JAKARTADAILY.ID - Maskapai Lion Air (kode penerbangan JT) mengumumkan mulai 18 Januari 2023 mendatang, akan memulai kembali layanan penerbangan umrah dari Riau melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (PKU) ke Madinah, melalui Bandara Internasional King Mohammad bin Abdul Aziz, Arab Saudi (MED) dan Jeddah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi (JED).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan penerbangan langsung umrah dari Pekanbaru menjadi embarkasi baru di Sumatera setelah Medan Kualanamu (KNO). Mendatang, Lion Air akan melayani dari bandar udara lain secara bertahap, sesuai permintaan pasar.

Baca: Lion Air Segera Buka Rute Penerbangan Ibadah Umrah dari Bandara Kertajati Menuju Arab Saudi

"Pelaksanaan umrah 2023 sebagai bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah. Lion Air berharap senantiasa berupaya melayani jamaah dengan pelayanan terbaik. Bersama mitra perjalanan (tour and travel) Lion Air mendukung pelaksanaan beribadah ke tanah suci dengan menawarkan kemudahan konektivitas. Penerbangan umrah melalui Pekanbaru akan membantu masyarakat yang berasal dari Dumai, Rengat, Pekanbaru, wilayah Riau yang lainnya, Jambi, Bengkulu, Padang dan daerah lain di sekitar," terang Danang, Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Layanan umrah mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/ OTP) lebih dari (rata-rata) 92 persen. Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umrah.

Baca: Lion Air Rayakan Hari Pahlawan di Atas Ketinggian 33.000 Kaki

Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Lion Air telah mengimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronik harus dilepas dari baterainya serta penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan digunakan selama penerbangan.

Lion Air menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional. Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) termasuk audit keselamatan dan keamanan.

Adapun penerbangan umrah ini menggunakan armada jenis pesawat Boeing 737-9 berkapasitas 215 kursi kelas ekonomi. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle).
***

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lion Air Minta Maaf Mengenai Keluhan Kaesang Pangarep

Selasa, 22 November 2022 | 22:07 WIB
X