Allianz Indonesia Dukung Penerapan Perilaku Mindfulness untuk Kesehatan Mental

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 05:11 WIB
Allianz Indonesia dukung penerapan perilaku mindfulness untuk kesehatan mental. (Allianz Indonesia)
Allianz Indonesia dukung penerapan perilaku mindfulness untuk kesehatan mental. (Allianz Indonesia)

JAKARTADAILY - Tanggal 10 Oktober, selain menjadi hari yang dinanti bagi para pemburu promo, juga menjadi hari penting dimana isu Kesehatan Mental diperingati di seluruh penjuru dunia.

Untuk itu, PT Asuransi Allianz Life Indonesia menyelenggarakan acara untuk karyawan bertajuk Healthy Way to Do with Failure dengan menghadirkan Adjie Santosoputro, seorang praktisi kesehatan mental, sebagai pembicara guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

Kesehatan mental menjadi isu yang hangat akhir-akhir ini dan sering menjadi pembahasan pada lintas platform media sosial setiap harinya. Tidak dipungkiri, hal ini terjadi akibat semakin menantangnya kondisi yang dialami masyarakat, sehingga beban kehidupan semakin terasa berat baik secara fisik maupun mental.

Di samping itu, kesadaran Gen-Z dan Milenial, generasi yang menjadi populasi terbanyak, akan kesehatan mental sudah cukup tinggi seiring dengan terbukanya masyarakat terhadap isu ini.

Untuk itu, pada pemaparannya, Adjie Santosoputra menjelaskan pentingnya bagi masyarakat untuk menerapkan mindfulness, terlebih pada kondisi yang semakin menantang seperti yang kita alami seusai era pandemi Covid-19.

Dilansir dari mindful.org, sebuah organisasi yang peduli akan kesehatan mental, mengartikan konsep Mindfulness sendiri sebagai kebutuhan dasar manusia untuk bisa hadir dalam kehidupan saat ini, menyadari di mana kita berada, di mana dalam mengerjakan segala hal di sekitar kita dengan cara yang tidak reaktif dan berlebihan.

Dalam kesempatan kali ini, Adjie Santosoputra mebeberkan beberapa hal yang mungkin timbul apabila tidak menerapkan konsep mindfulness dalam berkehidupan sehari-hari:
1. Menganggu Relasi
Dengan tidak mindful dalam hidup, kita akan selalu merasa seperti dalam sebuah tekanan yang sebenarnya kita ciptakan sendiri. Dampaknya, tanpa disadari, emosi akan cepat tersulut dan lebih mudah marah. Hal ini tentunya bisa mengganggu relasi kita kepada teman kerja, atasan, bahkan rekan bisnis.

2. Sulit Mendapatkan Kebahagiaan
Menurut Adjie, kebahagiaan itu adanya pada Present Moment, yaitu masa sekarang yang sedang kita jalankan. Seperti pada saat membaca artikel ini, atau pada saat kita menghabiskan waktu untuk pulang dari kantor. Kebahagiaan akan sulit tercapai jika kita terlalu sibuk untuk memusingkan segala hal pada waktu yang bersamaan secara berlebihan. Seperti, kejadian di masa lalu, atau segala tuntutan yang mungkin akan datang pada hari esok.

3. Terjebak pada Toxic Productivity
Jika sudah terbiasa pada arus produktivitas yang tinggi, jika stres atau masalah datang, kita mencari jalan keluar dengan bekerja atau menjadi lebih produktif, bisa saja kita sudah terjebak di dalam produktivitas yang tidak sehat. Mindfulness mengajarkan kita untuk produktif secara tepat, bukan secara cepat. Ingat, santai bukan berarti lambat, penting untuk mengusung kualitas di atas kuantitas.

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

9 Manfaat Mengkonsumsi Holisticare Ester C

Senin, 26 Desember 2022 | 10:19 WIB
X