Sepak Terjang Grup Wagner, Tentara Bayaran Rusia yang Bikin Geger di Perang Ukraina

- Selasa, 24 Januari 2023 | 19:10 WIB
Ilustrasi kontraktor militer swasta Grup Wagner. (YouTube)
Ilustrasi kontraktor militer swasta Grup Wagner. (YouTube)

JAKARTADAILY.ID - Kehadiran tentara bayaran alias mercenary dalam perang bukan hal baru. Para tentara bayaran yang dijuluki Soldier of Fortune, biasanya merupakan mantan prajurit profesional atau milisi yang dilatih militer. Mereka akan berperang untuk negara dan bangsa manapun tanpa memperdulikan kepentingan politik yang penting uang.

Tentara bayaran digunakan untuk mengurangi kerugian alias menghindari banyaknya tentara organik yang tewas atau terluka dalam perang. Sehingga saat ini, semakin banyak negara yang berkongsi dengan kontraktor militer swasta (Private Military Companies) untuk memasok tentara bayaran.

Selama 11 bulan perang Rusia melawan Ukraina, nama Grup Wagner--kelompok tentara bayaran milik pengusaha Yevgeny Viktorovich Prigozhin--menjadi viral karena aksi brutalnya dalam berperang di Ukraina.

Nama Grup Wagner pun membuat geger dan mendadak viral di seluruh dunia dalam perang di Ukraina. Sebanyak puluhan ribu anggota Grup Wagner diyakini berperang bersama Rusia di Ukraina.

Yevgeny Viktorovich Prigozhin, pengusaha kaya Rusia yang disebut (rferl.org)

"Saat ini, Grup Wagner mengerahkan 50.000 pejuang dalam perang di Ukraina, dan telah menjadi komponen kunci dari Rusia selama kampanye di Ukraina," menurut Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dilansir dari BBC, Selasa, 24 Januari 2023.

Profil dan Sejarah Terbentuknya Grup Wagner
Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat mengatakan Grup Wagner mulai merekrut anggota dalam jumlah besar-besaran sejak tahun lalu, seiring tekad Rusia melakukan mobilisasi besar-besaran dalam menghadapi Ukraina dan bantuan senjata dari koalisi Barat.

Baca: Sukhoi Su-35 Super Flanker, Jet Tempur Andalan Rusia di Perang Ukraina yang Bikin AS Khawatir

Sekitar 80 persen anggota Grup Wagner merupakan narapidana yang diambil dari penjara. Kemudian mereka dilatih menjadi milisi. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022, menurut Dewan Keamanan Nasional AS, jumlah anggota Grup Wagner sekitar 5.000 orang.

Halaman:

Editor: Bona Cipto Ventura

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mekah Menghijau, Bukan Kiamat, Tapi Ini Penjelasan NU

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:37 WIB
X