4.161 BTS USO Dipastikan Menteri Johnny Sudah On Air

- Kamis, 22 September 2022 | 14:30 WIB
BTS Bakti Kominfo di Warsawe Mbeliling, NTT sudah aktif tetapi lebih banyak tidak memberi layanan internet (Feliks Janggu)
BTS Bakti Kominfo di Warsawe Mbeliling, NTT sudah aktif tetapi lebih banyak tidak memberi layanan internet (Feliks Janggu)

JAKARTADAILY –  Pemerintah melakukan pengembangan dan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi atau sektor digital di sisi hilir. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan hilirisasi itu ditargetkan untuk membangun konekivitas wilayah secara komprehensif.

“Pemerintah mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital secara komprehensif di seluruh wilayah Indonesia dari sektor hulu hingga ke hilir,” tandasnya dalam Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Infrastruktur di Media Center Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (20/09/2022). 

Menkominfo menyatakan seluruh  pembangunan infrastruktur digital sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat perluasan akses, peningkatan infrastruktur digital, serta penyediaan layanan internet di Indonesia. 

“Tidak bisa kita lakukan serempak dalam satu tarikan nafas, tapi harus dijadwalkan karena ini dibangun dalam satu wilayah archipelago state, negara kepulauan yang sangat besar dan luas,” ujarnya. 

Menkominfo menjelaskan pembangunan infrastruktur TIK di sisi hulu berlangsung dengan penggelaran jaringan fiber optic sepanjang 459.000 kilometer di darat dan di laut. 

“Termasuk yang dilakukan oleh BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Kominfo melalui jaringan fiber optic Palapa Ring sepanjang 12.300 kilometer. Dan penggelaran 12.100 kilometer fiber optik Palapa Ring Integrasi untuk meningkatkan resiliensi dan konektivitas titik-titik fiber optic yang belum terhubung,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah juga memperkuat  konektivitas di lapisan middle-mile melalui jaringan fiber-link, microwave link dan satelit.  Menteri Johnny menyatakan, HTS SATRIA-1 yang menggunakan skema pembiayaan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal 4 tahun 2023 dengan kapasitas 150 Gbps.  Selain itu, Pemerintah sudah mulai menyiapkan operasi Hot Backup Satellite juga dengan kapasitas sebesar 150 GBPS,  

“Kita harapkan akan beroperasi pada kuartal 3 tahun 2023 yang akan menambah sekitar 80 GBPS kapasitas satelit yang akan digunakan oleh Kementerian Kominfo,” jelasnya.

Menkominfo menyatakan sebanyak 230 Gbps layanan internet akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan akses  bagi 150 ribu titik layanan publik di Indonesia.

“Terdiri dari 93.900 sekolah, 47.900 kantor Pemerintah Daerah, 3.900 fasilitas keamanan, 3.700 fasilitas pelayanan kesehatan, dan 600 titik fasilitas lainnya. Layanan-layanan ini dibiayai oleh negara, oleh Pemerintah Pusat melalui BAKTI Kominfo, dan digunakan langsung secara gratis oleh setiap titik layanan yang dilayani,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Terkini

Mengukur Berkah Layanan 5G bagi Indonesia

Minggu, 6 November 2022 | 13:45 WIB
X