Covid Kian Jinak, Sisa Kredit Restrukturisasi BNI Tinggal Rp 49,6 Triliun

- Selasa, 24 Januari 2023 | 17:51 WIB
Gedung BNI Jakarta (Foto: BNI)
Gedung BNI Jakarta (Foto: BNI)

JAKARTADAILY.ID - Jumlah kredit yang direstrukturisasi khusus untuk stimulus Covid - 19 di PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI terus menurun. Hingga akhir tahun 2022, nilainya tinggal Rp 49,6 triliun atau setara dengan 7,8% dari total kredit.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan bahwa penurunan sisa restrukturisasi kredit di kuartal lalu terutama berasal dari sektor-sektor yang paling terdampak pandemi.  Seperti restoran, hotel, tekstil dan konstruksi.

"Hal ini mengindikasikan bahwa bisnis debitur di sektor tersebut mulai kembali pulih," ujar Royke saat memimpin Paparan Kinerja BNI Tahun 2022 di Jakarta  Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: BNI Siagakan Dana Tunai Rp 16,46 Triliun

Nilai restrukturisasi kredit Perseroan akibat pandemi Covid-19 itu jauh berkurang jika dibandingkan masa di awal - awal Covid - 19 merajalela di Indonesia.

Per November 2021 nilai restrukturisasi kredit Covid - 19 masih mencapai Rp 79,38 triliun. Nilai ini turun 22,47% dibanding posisi Desember 2020 saat restrukturisasi kredit BNI mencapai Rp 102,39 triliun.

Penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi diikuti berkurangnya rasio Loan at Risk (LaR) BNI pada periode tersebut. LaR BNI per November 2021 tercatat sebesar 25,18%, turun dari posisi Desember 2020 yaitu 28,74%.

Cadangan Diturunkan

Trend positif pada kualitas aset ini telah mendorong pembentukan beban CKPN Perseroan, menjadi lebih rendah. Ini menyebabkan Cost of Credit membaik dari 3,3% pada tahun sebelumnya menjadi 1,9%.

Halaman:

Editor: M. A. Wahad

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awali Tahun Kelinci Air, BNI Pamer 3 Produk Unggulan

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:13 WIB
X