Kemendag Maksimalkan Kawasan Perbatasan Entikong untuk Penetrasi Pasar Malaysia

- Kamis, 24 November 2022 | 20:43 WIB
Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong. (Kemendag.go.id)
Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong. (Kemendag.go.id)

JAKARTADAILY.ID - Kementerian Perdagangan berikhtiar memaksimalkan kawasan perbatasan di Entikong untuk melakukan penetrasi pasar produk Indonesia di Malaysia. Terkait hal itu,Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag menggelar Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis, 24 November 2022.

Marketing Point merupakan unit fasilitasi pengembangan ekspor di kawasan perbatasan negara. Dalam mendukung peningkatan ekspor nasional, Kementerian Perdagangan mendirikan pusat promosi ekspor melalui Marketing Point di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

"Diharapkan kegiatan forum strategi pengembangan ekspor dan business matching dapat meningkatkan penetrasi pasar produk Indonesia di daerah perbatasan. Hasil dari kegiatan ini, para eksportir Indonesia dan pembeli Malaysia dapat saling bertukar informasi yang dibutuhkan dan memanfaatkan fasilitas PLBN sebagai tempat promosi serta pelayanan terkait ekspor,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

Baca: Lapor, Stok dan Harga Bapok di Minahasa Aman Terkendali

Menurut Didi, akselerasi perdagangan di daerah lintas batas harus ditingkatkan. “Hal ini berkaitan erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin kedaulatan wilayah dan kesejahteraan rakyat di daerah perbatasan,” ungkapnya di Jakarta dalam kesempatan terpisah.

Sebagai pembicara kunci dalam forum adalah Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Marolop Nainggolan dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sanggau Ibnu Marwan dan sekitar 50 pelaku usaha. Hadir sebagai narasumber yaitu Atase Perdagangan Kuala Lumpur Deden Muhammad Fajar Shiddiq, Atase Perhubungan Kuala Lumpur Supendi, dan perwakilan PT Asuransi ASEI Indonesia Adi Tria Sumpena.

Marolop mengungkapkan, ekspor dari kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, Kemendag memaksimalkan potensi tersebut dengan melalui promosi produk serta pelayanan informasi bagi pelaku usaha.

Forum Strategi Pengembangan Ekspor di Marketing Point Entikong dirangkai dengan kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia.

Baca: Kemendag Kolab Bersama Pos Indonesia Resmikan Digitalisasi Pasar Rakyat di Minahasa

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tetap 1 Banding 8

Senin, 28 November 2022 | 05:18 WIB
X