Produk Alkes Indonesia Tampil di Medica 2022 Jerman, Bukukan Transaksi USD 9,6 Juta

- Kamis, 24 November 2022 | 15:53 WIB
Produk alat kesehatan Indonesia tampil di Medica 2022 Jerman, bukukan transaksi USD 9,6 juta (Kemendag.go.id)
Produk alat kesehatan Indonesia tampil di Medica 2022 Jerman, bukukan transaksi USD 9,6 juta (Kemendag.go.id)

JAKARTADAILY.ID - Produk alat kesehatan (alkes) buatan Indonesia mendapat pengakuan internasional. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan perdana produk alkes Indonesia di pameran alat kesehatan terbesar di dunia, yaitu Medica 2022. Pameran ini berlangsung pada 14-17 November 2022 di Düsseldorf, Jerman.

Dalam pameran perdananya, produk alkes Indonesia membukukan potensi transaksi senilai USD 9,6 juta. Jumlah ini berpeluang bertambah, mengingat terdapat beberapa potensi transaksi yang masih perlu ditindaklanjuti.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi mengapresiasi pencapaian tersebut. Apalagi ini merupakan keikutsertaan Indonesia untuk pertama kalinya di pameran alkes terbesar di dunia.

"Promosi alkes Indonesia di Jerman membuahkan hasil cukup membanggakan. Peluang apapun perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk terus mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia,” ungkap Didi dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 24 November 2022.

Baca: Tak Lama Alkes Nasional Mendunia, Kemenperin: Produksi Ventilator High-end Sih Urusan Kecil…

Atase Perdagangan Berlin Bayu Wicaksono menerangkan, Medica 2022 diikuti lebih dari 5.000 perusahaan multinasional dengan lebih dari 15.000 jenis produk alat kesehatan.

"Keikutsertaan Indonesia pada Medica 2022 merupakan salah satu strategi aktif Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses produk alat kesehatan Indonesia ke pasar Eropa,” kata Bayu.

Pada pameran ini, Paviliun Indonesia terletak di aula 17 dengan menempati area seluas 100 m². Paviliun Indonesia diikuti 16 perusahaan Indonesia yang memerkan berbagai produk unggulan, meliputi tempat tidur elektrik, peralatan bedah, alat suntik, peralatan pemindaian kardiografi, mesin proses dialisis, peralatan tes reagen, kursi roda dan perangkatnya, sphygmomamometer, dan kalibrator alat kesehatan.

Adapun potensi transaksi Paviliun Indonesia diperoleh dari PT Forsta Kalmedic Global dengan total nilai USD 2,6 juta untuk produk mesin dialisis dan instrumentasi radiologi, PT GTM dengan total nilai USD 5 juta untuk produk dan peralatan instrumentasi bedah, serta PT Oneject dengan total nilai USD 2 juta untuk produk Syringe.

Halaman:

Editor: Priyanto Sukandar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tetap 1 Banding 8

Senin, 28 November 2022 | 05:18 WIB
X