MenKopUKM: Masih Terjadi Kesenjangan Finansial dalam Pendanaan UMKM, 69,5 persen Belum Dapat Akses Kredit

- Rabu, 10 Mei 2023 | 19:15 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki. (Foto:Dok.JD/KemenKopUKM)
Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki. (Foto:Dok.JD/KemenKopUKM)

JAKARTADAILY – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan MenKopUKM Teten mengatakan dalam tahun pemulihan ekonomi saat ini, diperlukan rencana dan arah kebijakan pengembangan koperasi dan UMKM (KUMKM) yang lebih adaptif, kontributif, dan berkelanjutan.

Berbicara pada forum Indonesia Impact Alliance (IIA) di Jakarta, Rabu 10 Mei 2023 Mentri Teten mencontohkan, terkait pendanaan UMKM, saat ini masih terjadi kesenjangan finansial.

Berdasarkan survei Bank Indonesia (2020), ada kesenjangan finansial (financial gap) yang masih sangat besar dimana sebanyak 69,5 persen pelaku UMKM belum mendapatkan akses kredit perbankan. Sementara potensi permintaan kredit mencapai Rp1.605 triliun.

 Baca Juga: KTT ASEAN Digelar Di Labuan Bajo, UMKM Sekitar Tambang Pamer Produk Terbaik

"Inilah yang harus dipenuhi oleh skema investasi dan pembiayaan yang mudah," kata Menteri Teten.

Lebih lanjut MenKopUKM menjelaskan, sejauh ini pemerintah terus merilis kebijakan pendanaan yang mudah dan murah bagi UMKM antara lain, alokasi kredit perbankan untuk UMKM yang ditingkatkan dari sebelumnya 20 persen menjadi 30 persen pada 2024.

Langkah ini diikuti dengan meningkatnya alokasi KUR yang pada 2023 mencapai Rp450 triliun, jauh lebih besar dari tahun 2022 yang hanya Rp365 triliun.

Baca Juga: Green Bond PGEO Raup Permintaan USD3,3 Miliar, Ini Penyebabnya Bisa Oversubscribed

Kemudian ada program KUR Kluster dimana pembiayaan kepada UMKM akan sejalan dengan pengembangan sentra-sentra produksi rakyat (sektor riil) atau tidak lagi perorangan.

Selanjutnya, pembiayaan koperasi melalui LPDB KUMKM dengan tingkat suku bunga yang rendah. Lalu ada Insentif bagi usaha besar yang memberikan bantuan pemodalan bagi UMKM. Kemudahan izin berusaha serta pemberian tax holiday dan tax allowance dalam kegiatan penanaman modal. (***)

Editor: Mukhtar Wijaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Belajar Investasi?

Jumat, 22 September 2023 | 23:20 WIB

Agresif di Hong Kong, BNI Akuisisi 18.000 Rekening

Jumat, 22 September 2023 | 12:50 WIB

FIFGROUP Resmikan Operasional Kantor Cabang Batam 2

Jumat, 22 September 2023 | 08:51 WIB
X